Kamis, 07 Oktober 2010

RINGKASAN

HIDAYATULLAH, Pengaruh Metode Pembelajaran terhadap Kemampuan Membaca Kitab Kuning Fiqih dengan Mempertimbangkan Minat Belajar Siswa: Studi Eksperimen di Madrasah Aliyah Al-Djauharotunnaqiyyah Cibeber, Cilegon, Banten. Tesis. Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, 2004.


ABSTRACT

The purposes of this research is to find out: First, the differences of influence on student’s reading ability of “kitab kuning fiqih” using “sorogan” and “wetonan” method. Second, which methods that have the higher influences of reading ability of “kitab kuning fiqih” for students whose interest of study are high. Third, which methods that have the higher influences of reading ability of “kitab kuning fiqih” for students whose interest of study are low. Fourth, the interaction between learning method and the students’ interest of study to the student’s “kitab kuning fiqih” reading skill. This research is conducted at Madrasah Aliyah Al-Djauharotunnaqiyyah, Cibeber, Cilegon, Banten, in 2002.
The method of the research is quasi experiment with the factorial design 2x2. The research population is the student of Madrasah Aliyah Al-Djauharotunnaqiyyah. The sample of this research is taken from class I of Madrasah Al-Djauharotunnaqiyyah Cibeber. Each sample consists of 30 students for experimental class and the same number for control class. The instruments consist of questionare and test. Questionare is used to obstain data of learning interests, and the latter is used to find out the data of students’ “kitab kuning fiqih” reading ability. The data are analyzed by using ANAVA.
The results of the research are: 1) The reading ability using the “sorogan” method of students with higher learning interest are higher ( =25,47 and s= 6,42 ) than those of the lower one ( =22,93 and s=4,81). 2) The students’ with a high interest of study have the higher ability in reading “kitab kuning fiqih” tought by “sorogan” method then using “wetonan” method (F0=30,62> Ft(α=0,05) =4,02) and (Qh=9,37> Qt(α=0,05) = 3,98). 3) The students’ with a low interest of study have higher abilty in reading “kitab kuning fiqih” tought by “wetonan” method then using “sorogan” method (F0=5,22> Ft(α=0,05) =4,02) and (Qh=1,68 < Qt(α=0,05) =3,98). 4) There is the interaction between the method of learning and the interest of study to the students reading ability of “kitab kuning fiqih” (F0=14,82> Ft(α=0,05) = 4,02).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Pertama, ada tidaknya perbedaan pengaruh metode pembelajaran sorogan dan wetonan terhadap kemampuan membaca kitab kuning fiqih siswa. Kedua, metode pembelajaran manakah dari keduanya yang mempunyai pengaruh kemampuan membaca kitab kuning fiqih lebih tinggi bagi siswa yang memiliki minat belajar tinggi. Ketiga, metode pembelajaran manakah dari keduanya yang mempunyai pengaruh kemampuan membaca kitab kuning fiqih lebih tinggi bagi siswa yang memiliki minat belajar rendah. Keempat, ada tidaknya interaksi antara metode pembelajaran dengan minat belajar terhadap kemampuan membaca kitab kuning fiqih siswa. Penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Al-Djauharotunnaqiyyah, Cibeber, Kota Cilegon, Propinsi Banten, tahun 2002.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Populasi penelitian adalah siswa Madrasah Al-Djauharotunnaqiyyah yang pembelajarannya menggunakan pengajaran kitab kuning Fathul Mu’in. Sedangkan sampel yang diambil adalah siswa kelas I Madrasah Aliyah Al-Djauharotunnaqiyyah, Cibeber. Masing-masing untuk kelas eksperimen 30 orang dan kelas kontrol 30 orang. Instrumen penelitian terdiri dari dua jenis, yaitu kuesioner dan tes. Kuesioner digunakan untuk mendapatkan data minat belajar dan tes digunakan untuk mendapatkan data kemampuan membaca kitab kuning fiqih. Data dianalisis dengan menggunakan ANAVA.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Siswa yang diajar menggunakan metode sorogan mempunyai kemampuan membaca kitab kuning fiqih lebih tinggi ( =25,47 dan s= 6,42 ) dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan wetonan ( =22,93 dan s=4,81). 2) Siswa dengan minat belajar tinggi memiliki kemampuan membaca kitab kuning fiqih lebih tinggi jika diajar dengan metode pembelajaran sorogan dibandingkan jika diajar dengan metode wetonan (F0=30,62>Ft(α=0,05) = 4,02) dan (Qh=9,37> Qt(α=0,05) = 3,98). 3) Siswa dengan minat belajar rendah memiliki kemampuan membaca kitab kuning fiqih lebih tinggi jika diajar dengan metode pembelajaran wetonan dibandingkan jika diajar dengan metode sorogan (F0=5,22> Ft(α=0,05) = 4,02) dan (Qh=1,68> Qt(α=0,05) = 3,98). 4) Terdapat interaksi antara metode pembelajaran dengan minat belajar terhadap kemampuan membaca kitab kuning fiqih dengan skor (F0=14,82> Ft(α=0,05) = 4,02).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar